Layar Pintar, Kelasnya Mana?
Kelasnya interaktif, temboknya aktif retak. Anak butuh ruang aman, bukan pidato canggih.
"Layar pintar sudah sampai!" — "Hebat. Barangnya sudah datang. Dindingnya belum sempat ikut rapat."
"Layar pintar untuk semua sekolah!" Targetnya rapi: akhir 2026, setiap sekolah punya empat kelas ber-Interactive Flat Panel. Di Flores-NTT pasca gempa, faktanya juga rapi: ribuan ruang kelas rusak, ratusan sekolah tutup sementara, puluhan belajar di tenda darurat.
Komik ini menaruh keduanya berdampingan. Panel 4K sampai lebih dulu; tukang "masih menunggu arahan". Kelasnya interaktif, temboknya aktif retak. "Kalau kelasnya roboh, layar 4K cuma jadi TV di reruntuhan."
Nadanya bukan anti-teknologi. Akses ke guru terbaik itu bagus — tapi akses ke bangunan aman jangan kalah cepat. Anak butuh ruang aman, bukan pidato canggih.
Sumber & referensi
Bagian ini memuat rujukan faktual yang menjadi konteks karya. Satire dan opini tetap merupakan interpretasi kreatif redaksi.
-
01
↗
Kebijakan Sarana Pendidikan dan Digitalisasi Sekolah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Rujukan resmi program sarana-prasarana sekolah, termasuk pengadaan Interactive Flat Panel dan rehabilitasi ruang kelas. -
02
↗
Data Dampak Gempa dan Kerusakan Fasilitas Pendidikan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Portal resmi data kejadian bencana, termasuk jumlah sekolah dan ruang kelas terdampak. -
03
↗
Standar Nasional Pendidikan dan Sarana Prasarana
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Konteks standar minimum sarana dan prasarana ruang belajar yang layak dan aman.
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi.