Anak, Cucu, Cicit BUMN
BUMN dirampingkan dari keluarga besar berisi induk, anak, cucu, dan cicit. Rakyat menunggu manfaatnya, bukan silsilahnya.
Satire boleh tajam. Fakta tetap harus jelas.
EDISI 30.08.2026Kumpulan keanehan yang pernah terasa aktual—dan beberapa yang sayangnya masih aktual.
BUMN dirampingkan dari keluarga besar berisi induk, anak, cucu, dan cicit. Rakyat menunggu manfaatnya, bukan silsilahnya.
Data menyebut Bu Slameti lebih sejahtera. Atap bocor, tagihan, sekolah, dan obat berkata lain.
MBG menyeberang sungai dengan perahu, sementara murid meniti tali. Bukan menolak makan—mereka hanya meminta jalan yang aman.
Piring MBG dibandingkan dengan sesajen dan menjadi viral. Bu Rini mengingatkan: anak membutuhkan gizi nyata, bukan sekadar fo...
Tuntutan rakyat berdeadline 31 Agustus. Pembahasan RUU Perampasan Aset "ditarget" 15 Desember. "Jamnya beda ya, Pak?"
Dana bergerak cepat untuk pameran inovasi, katalog mobil golf, dan armada karhutla. Atap kelas yang bocor? Masuk rapat beriku...
Seorang pedagang hanya ingin menutup toko. Ketika kekerasan datang, negara justru sibuk menghaluskan kata.
Anak dapat makan gratis lagi. Bapaknya bersyukur — lalu bertanya: negara masuk lewat pintu depan atau lewat dapur?
Pertumbuhan +5,45%, inflasi terkendali, investasi triliunan — dan sebuah dompet yang, katanya, "daerah dataran rendah".
Sebuah RUU terus "disegerakan" sejak 14 Agustus. Yang bergerak cepat cuma bolanya di dalam mesin rapat.
Ide bahan pemadam dari pati singkong muncul di rapat. Sebelum uji lab selesai, namanya sudah jadi: "Ubi Bombing".
Kalau syarat jadi hutan cuma "punya daun", lapangan golf pun lolos pendaftaran.